Posts

Showing posts with the label umar bin khattab

Toleransi Beragama yang diajarkan Umar Ibn Khattab RA

Yerusalem adalah kota suci bagi tiga agama besar di dunia – Islam, Yahudi, dan Kristen -.  Karena latar belakang sejarah yang panjang, ratusan atau mungkin ribuan tahun, kota ini memiliki beberapa nama Jerusalem, al-Quds, Yerushaláyim, Aelia (Umar bin Khattab menyebut dengan nama ini dalam surat perjanjiannya), dll. Semua nama tersebut mencirikan karakter dan warisan yang beragam. Kota ini juga merupakan tempat tinggal beberapa nabi, seperti: dari Nabi Sulaiman dan Nabi Daud hingga Nabi Isa ‘alaihimussalam . Di masa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau pun pernah menginjakkan kaki di tanah para nabi ini. Dalam suatu perjalanan dari Mekah menuju Yerusalem, kemudian dari Yerusalem menuju Sidratul Muntaha, perjalanan ini kita kenal dengan peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Namun demikian, Yerusalem tidak pernah menjadi bagian dari negeri Islam di masa hidup Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam , negeri penuh berkah tersebut baru masuk menjadi wilayah Islam ...

Getirnya Kehidupan Islami di Tanah Ini

Kembali mata bangsa Indonesia harus menyaksikan kekerasan yang dilakukan oleh saudara sebangsa. Kembali air mata harus membanjiri pelupuk mata puluhan, ratusan atau bahkan ribuan mereka yang menjadi korban kekerasan atas nama agama. Pihak-pihak yang merasa dirinya berpendidikan tinggi sibuk mencari jawaban atas apa yang terjadi. Sementara video rekaman kekerasan itu sudah beredar kemana-mana. Saya koq terkesan dengan orang-orang yang sibuk berteriak Allahu Akbar dan membantai orang yang bahkan sudah terdiam kaku di tanah atau sibuk membakar dan menghancurkan fasilitas umum dan tempat ibadah umat lain. Apa ya sudah sedemikian besarnya dosa si korban atau sedemikian jahatnya umat lain terhadap kita dan sedemikian bersihnya diri si pembantai untuk melakukan pembalasan yang lebih kejam itu. Sebagai orang Islam saya kembali teringat akan ajaran untuk mengasihi sesama dan bahkan terhadap orang yang berkeyakinan lain. Dalam pandangan saya, sebagian umat Islam di negeri kita ini terlalu mu...

Menjadi Pejabat : Amanat atau Rizki

Tulisan ini sesungguhnya ditulis pada bulan Oktober 2009, namun saya lengkapi pada bulan November 2015.  Kenapa? Karena baru saja kemarin (November 2015) saya mendengar tentang berita seorang Kapolres yang membantu menegumpulkan biaya dan membangun sebuah rumah bagi satu keluarga yang tidak mampu.  Sedemikian tidak mampunya sehingga sang Ibu sempat memasak batu untuk menenangkan anak-anaknya yang kelaparan dengan mendemonstrasikan seolah-olah sang Ibu sedang memasak makanan bagi mereka.  Di satu sisi, pada hari yang sama diramaikan oleh media-media Indonesia tentang betapa Presiden, para wakil rakyat dan seluruh pegawai negeri akan menerima THR.  Ya, Tunjangan Hari Raya yang sangat diidamkan oleh para pegawai negeri kelas menengah dan bawah untuk memenuhi kebutuhan duniawi pada saat hari raya agamanya.  Ironis, orang-orang yang notabenenya sudah berkecukupan terus dilimpahi dengan bantuan ekonomi sedangkan yang memasak batu hanya dapat meratapi nasibnya saja. ...